Algoritma Dasar, Algoritma Bresenham, dan Algoritma DDA pada garis lurus !

  • Algoritma dasar menggambarkan piksel-piksel dalam garis lurus, parameter yang digunakan tergantung dari gradient, jika besarnya gradient diantara 0 dan 1, maka digunakan sumbu x sebagai parameter dan sumbu y sebagai hasil dari fungsi, sebaliknya, bila gradient melebihi 1, maka sumbu y digunakan sebagai parameter dan sumbu x sebagai hasil dari fungsi, hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya gaps karena adanya piksel yang terlewatkan. Hasil dari fungsi biasanya merupakan bilangan riil, sedangkan koordinat pixel dinyatakan dalam bilangan integer (x,y), maka diperlukan operasi pembulatan kedalam bentuk integer terdekat.
  • Algoritma Bresenham merupakan perbaikan dari algoritma perhitungan koordinat piksel yang dengan cara menggantikan operasi bilangan riil perkalian dengan operasi penjumlahan, yang kemudian dikenal dengan Algoritma Bresenham. Pada algoritma bresenham, nilai y kedua dan seterusnya, dihitung dari nilai y sebelumnya, sehingga hanya titik y pertama yang perlu dilakukan operasi secara lengkap. Perbaikan algoritma ini ternyata tidak menghasilkan perbaikan yang cukup siginifikan. Perbaikan berikutnya dilakukan dengan cara menghilangkan operasi bilangan riel dengan operasi bilangan integer. Operasi bilangan integer jauh lebih cepat dibandingkan dengan operasi bilangan riel, terutama pada penambahan dan pengurangan.
  • Algoritma DDA (Digitaal Diferensial Analyser) adalah pembentukan garis berdasarkan perhitungan dx maupun dy, menggunakan rumus dy=m*dx. Garis yang dibuat menggunakan endpoint, yaitu titik awal dan titik akhir, setiap koordinat titik yang membentuk garis diperoleh dari perhitungan, kemudian di konversikan menjadi nilai-nilai integer.

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar

Jadilah pengunjung yang aktif, komentar anda sangat berarti.